ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Pembelajaran Menggunakan Tekhnik Hypnoteaching Untuk Meningkatkan Keefektifan Siswa Dalam Belajar

Rabu, 11 Oktober 2017


PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN TEKHNIK HYPNOTEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN SISWA DALAM BELAJAR
Oleh : ALFI KHAIRIL HUDA

Pada dasarnya pembelajaran efektif merupakan suatu pembelajaran yang memungkinkan peserta didik atau siswa untuk memiliki keterampilan, kemampuan, dan sikap yang dapat dipergunakan di masa yang akan datang. Pemebalajaran yang efektif, mampu membuat suatu perubahan terhadap peserta didik sehingga dapat memahami fakta, konsep serta mampu mengenali atau mengatasi isu-isu yang sedang populer di kalangan masyarakat. Kesuksesan pendidik dalam pembelajaran yang efektif dapat kita lihat langsung pada hasil yang diperoleh peserta didik nantinya. Jika hasil yang didapatkan peserta didik mencapai pada batas minimal bahkan melebihi batas terendah maka dapat disimpulkan itu sudah tergolong kepada keberhasilan.
            Pembelajaran efektif tentuntnya tidak terlepas dari sekolah, guru dan peserta didik. Sekolah bisa saja dikatakan efektif, guru juga bisa dikatakan efektif dan siswa juga bisa dikatakan efektif. Namun penilaian efektif terhadap masing-masing point diatas tentunya akan  berbeda dan tidak dapat disama ratakan. Sekolah yang efektif jika tidak didorong dengan guru yang efektif tentu keberhasilannya tidak mkasimal sehingga hasil yang kita bicarakan di atas juga tidak akan dapat tercapai. Jika guru dan sekolah sama-sama menerapkan pembelajaran efektif tentu tujuan yang semula direncanakan akan berjalan sesuai dengan target yang telah diinginkan.
Sekolah tentunya ingin memiliki team work yang mampu mendidik siswanya dengan menggunakan strategi serta menerapkan proses pembelajaran yang efektif sehingga mampu membuat para generasi bangsa yang bisa menganalisa dan juga mampu mengtasi problema yang terjadi di sekitar tempat tinggal bahkan lingkungan yang lebih luas. Guru yang kita bicarakan tentuya memiliki cara yang berbeda dalam mengatasinya permasalahan diatas, agar peserta didik  menjadi generasi yang mampu menangkap informasi secara efektif dan sedemikian baiknya. Semua guru tentu layak dikatakan sebagai guru yang efektif dengan cara yang mereka anggap dan sangat cocok digunakan untuk keadaan yang telah diprediksi.  
Namun pada kenyataan, banyak dari pihak pendidik yang kurang aktif dalam penerapan proses pembelajaran yang efektif, sehingga yang terlihat dilapangan guru hanya menjelaskan dan menjelaskan saja. Padahal guru saat sekarang ini sudah sangat bagus dan juga telah dibekali oleh strategi dan cara mengajar yang baik dan benar. Tapi ilmu yang telah dimiliki masih sangat kurang dalam pelaksanaannya di lapangan sehingga hal ini berdampak pada perkembangan peserta didik, seperti kurang aktifnya siswa dalam memproses pembelajaran dan tidak adanya tindak lanjut yang langsung terjun kepada masalah pembelajaran, bahkan terhambatnya kreatifitas siswa untuk mengupdate ilmu-ilmu yang sangat mendasar.
Merujuk pada bacaan diatas, guru memiliki peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan, karena sebagian besar proses pembelajran terjadi akibat adanya interaksi antara pendidik yang mencurahkan pengetahuan dan siswa sebagai penerima pengetahuan dari gurunya. Tanpa guru siswa sangat sulit, bahkan tidak mampu untuk memdapatkan ilmu dengan sendirinya. Apalagi yang kita hadapi saat ini adalah peserta pendidik yang masih bertaraf pada menerima layaknya siswa sekolah dasar. Proses pembelajaran sesuai dengan standar pendidikan meliputi beberapa aspek yang selayaknya muncul, yaitu sebagai berikut : interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik agar aktif saat proses pembelajaran berlangsung.
            Untuk mengurangi permasalahan yang muncul, maka penulis ingin berbagi sedikit pengalaman yang dirasa mampu untuk mengatasi problema yang hadir dikalangan guru. Pengalaman kali ini tentunya tidak akan merubah pembelajaran menjadi efektif 100 %, tetapi setidaknya mampu mengarahkan kepada proses pembelajaran yang dapat kita katakan efektif. Pengalaman kali ini juga dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan kondisi di yang terjadi dilapangan. Sebelum berlangsungnya proses pembelajaran, tentunya kemauan anak untuk belajar sangat diperlukan. Ketika kemauan peserta didik telah muncul maka proses pembelajaran yang kita inginkan akan berjalan dengan sebagai mana mestinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya.
            Saya akan membahas tentang hypnoteaching. Hypnoteaching merupakan improvisasi dari sebuah metode pembelajaran yang menggunakan sugesti-sugesti positif untuk mencapai alam bawah sadar anak didik. Hypnotaeching merupakan paduan dari dua kata yaitu hipnosis dan teaching. Hipnosis dapat diartikan sebagai pemberian sugesti, sedangan taeching dalah pengajaran. Sehingga secara garis besar dapat kita artikan hypnoteaching adalah komunikasi dalam proses pembelajaran dengan memberikan sugesti-sugesti yang posistif yang dapat membuat siswa tertarik dalam proses pembelajaran dan membuat anak didik menjadi fokus, relaks.
            Mungkin ada dari kita yang bingung, dan menganggap bahwasannya pada strategi ini  kita harus membuat siswa siswi tertidur kemudian sang guru memberikan sugesti atau arahan sesuai dengan yang kita inginkan lalu membangunkannya kembali. Namuan tujuan yang sebenarnya bukanlahhal tersebut. Lebih tepatnya, dalam penggunaan strategi ini adalah guru bertindak sebagai pemberi sugesti menggunakan kata-kata atau kalimat yang membuat siswa semangat dan aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan siswa berperan sebagai penerima sugesti yang positif yang mampu membuat perubahan dalam dirinya sendiri. Layaknya orang yang terhipnotis mereka akan mengikuti apa saja yang telah diperintahkan kepada dirinya. Yang kita harapkan kepada siswa juga hal yang demikian, anak yang telah mendapatkan sugesti tentunya mau mengikuti dan bahkan mau mengerjakan apa yang diperintahkan gurunya, tanpa harus mememahi terlebih dahulu.
            Sebenarnya strategi ini sudah kita laksanakan sebagai sorang pendidik, bukti nyatanya, anak didik lebih percaya kepada ucapan gurunya walaupun guru itu salah. Ini merupakan salah satu bukti nyata dalam otak anak tersebut sudah tersugesti bahwasannya guru itu tidak salah dan selalu benar, contoh : jika kita mengatakan dan menanamkan konsep 1 + 1 = 3 maka anak mengganggap hal ini adalah benar, namun kita tentunya tidak ingin menanamkan konsep yang salah tadi kepada anak didik. Dan bukti jelas berikutnya anak sudah tersugesti yaitu anak didik juga akan lebih takut kepada gurunya dibandikan pada orang tuanya, hal ini juga merupakan sugesti yang selama sudah tertanam pada peserta didik walaupun sugesti itu didapat dari teman atau dari orang lain dan bukan dari gurunya. Ini sudah merupakan modal bagi guru untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.
Saat proses pemberian sugesti dapat kita lakukan sebelum pembelajaran, saat pembelajaran dan sesudah pembelajaran. Sugesti juga bisa kita lakukan dengan dengan mengkombinasikan kata-kata dengan lagu anak-anak yang telah dirubah. Strategi ini sangat mudah buat kita lakukan, hanya saja kita harus mampu memberikan sugesti yang positif dan cara berbicara yang mudah dipahami anak.
Dari kesimpulan paparan diatas, dapat kita tarik pemahaman, bahwasannya pembelajaran efektif sangat dapat dilakukan oleh guru, salsah satunya yakni dengan pemberian sugesti positif kepada siswa, sehingga anak mampu dengan baik menerima informasi terkait pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Mengapa punya 1000 strategi sedangkan anak tidak fokus untuk menerima pembelajaran. Jika proses penerimaan informasi telah baik maka bagaimanapun stretegi yang kita lakukan akan berjalan dengan lancar.
Menciptakan pembelajaran yang efektif pada dasarnya adalah sebuah keharusan, dengan dan setelah mampunya seorang guru menciptakan suatu pembelajaran yang efektif didalam kelas, maka tentunya akan memberikan dampak yang siginifikan baik untuk kelas, sekolah serta terhadap majunya pelaksanaa dan perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia khususnya.
           
Share This :

2 komentar