PEMBELAJARAN
MENGGUNAKAN TEKHNIK HYPNOTEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN SISWA DALAM
BELAJAR
Oleh
: ALFI KHAIRIL HUDA
Pada
dasarnya pembelajaran efektif merupakan suatu pembelajaran yang memungkinkan
peserta didik atau siswa untuk memiliki keterampilan, kemampuan, dan sikap yang
dapat dipergunakan di masa yang akan datang. Pemebalajaran yang efektif, mampu
membuat suatu perubahan terhadap peserta didik sehingga dapat memahami fakta,
konsep serta mampu mengenali atau mengatasi isu-isu yang sedang populer di
kalangan masyarakat. Kesuksesan pendidik dalam pembelajaran yang efektif dapat
kita lihat langsung pada hasil yang diperoleh peserta didik nantinya. Jika
hasil yang didapatkan peserta didik mencapai pada batas minimal bahkan melebihi
batas terendah maka dapat disimpulkan itu sudah tergolong kepada keberhasilan.
Pembelajaran efektif tentuntnya tidak terlepas dari
sekolah, guru dan peserta didik. Sekolah bisa saja dikatakan efektif, guru juga
bisa dikatakan efektif dan siswa juga bisa dikatakan efektif. Namun penilaian
efektif terhadap masing-masing point diatas tentunya akan berbeda dan tidak dapat disama ratakan. Sekolah
yang efektif jika tidak didorong dengan guru yang efektif tentu keberhasilannya
tidak mkasimal sehingga hasil yang kita bicarakan di atas juga tidak akan dapat
tercapai. Jika guru dan sekolah sama-sama menerapkan pembelajaran efektif tentu
tujuan yang semula direncanakan akan berjalan sesuai dengan target yang telah
diinginkan.
Sekolah
tentunya ingin memiliki team work yang mampu mendidik siswanya dengan
menggunakan strategi serta menerapkan proses pembelajaran yang efektif sehingga
mampu membuat para generasi bangsa yang bisa menganalisa dan juga mampu
mengtasi problema yang terjadi di sekitar tempat tinggal bahkan lingkungan yang
lebih luas. Guru yang kita bicarakan tentuya memiliki cara yang berbeda dalam
mengatasinya permasalahan diatas, agar peserta didik menjadi generasi yang mampu menangkap
informasi secara efektif dan sedemikian baiknya. Semua guru tentu layak
dikatakan sebagai guru yang efektif dengan cara yang mereka anggap dan sangat
cocok digunakan untuk keadaan yang telah diprediksi.
Namun
pada kenyataan, banyak dari pihak pendidik yang kurang aktif dalam penerapan
proses pembelajaran yang efektif, sehingga yang terlihat dilapangan guru hanya
menjelaskan dan menjelaskan saja. Padahal guru saat sekarang ini sudah sangat
bagus dan juga telah dibekali oleh strategi dan cara mengajar yang baik dan
benar. Tapi ilmu yang telah dimiliki masih sangat kurang dalam pelaksanaannya
di lapangan sehingga hal ini berdampak pada perkembangan peserta didik, seperti
kurang aktifnya siswa dalam memproses pembelajaran dan tidak adanya tindak
lanjut yang langsung terjun kepada masalah pembelajaran, bahkan terhambatnya
kreatifitas siswa untuk mengupdate ilmu-ilmu yang sangat mendasar.
Merujuk
pada bacaan diatas, guru memiliki peran yang sangat penting dalam bidang
pendidikan, karena sebagian besar proses pembelajran terjadi akibat adanya
interaksi antara pendidik yang mencurahkan pengetahuan dan siswa sebagai
penerima pengetahuan dari gurunya. Tanpa guru siswa sangat sulit, bahkan tidak
mampu untuk memdapatkan ilmu dengan sendirinya. Apalagi yang kita hadapi saat
ini adalah peserta pendidik yang masih bertaraf pada menerima layaknya siswa
sekolah dasar. Proses pembelajaran sesuai dengan standar pendidikan meliputi
beberapa aspek yang selayaknya muncul, yaitu sebagai berikut : interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik agar aktif
saat proses pembelajaran berlangsung.
Untuk mengurangi permasalahan yang muncul, maka penulis
ingin berbagi sedikit pengalaman yang dirasa mampu untuk mengatasi problema
yang hadir dikalangan guru. Pengalaman kali ini tentunya tidak akan merubah
pembelajaran menjadi efektif 100 %, tetapi setidaknya mampu mengarahkan kepada
proses pembelajaran yang dapat kita katakan efektif. Pengalaman kali ini juga
dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan kondisi di yang
terjadi dilapangan. Sebelum berlangsungnya proses pembelajaran, tentunya
kemauan anak untuk belajar sangat diperlukan. Ketika kemauan peserta didik
telah muncul maka proses pembelajaran yang kita inginkan akan berjalan dengan
sebagai mana mestinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya.
Saya akan membahas tentang hypnoteaching. Hypnoteaching
merupakan improvisasi dari sebuah metode pembelajaran yang menggunakan
sugesti-sugesti positif untuk mencapai alam bawah sadar anak didik.
Hypnotaeching merupakan paduan dari dua kata yaitu hipnosis dan teaching.
Hipnosis dapat diartikan sebagai pemberian sugesti, sedangan taeching dalah
pengajaran. Sehingga secara garis besar dapat kita artikan hypnoteaching adalah
komunikasi dalam proses pembelajaran dengan memberikan sugesti-sugesti yang
posistif yang dapat membuat siswa tertarik dalam proses pembelajaran dan
membuat anak didik menjadi fokus, relaks.
Mungkin ada dari kita yang bingung, dan menganggap
bahwasannya pada strategi ini kita harus
membuat siswa siswi tertidur kemudian sang guru memberikan sugesti atau arahan
sesuai dengan yang kita inginkan lalu membangunkannya kembali. Namuan tujuan
yang sebenarnya bukanlahhal tersebut. Lebih tepatnya, dalam penggunaan strategi
ini adalah guru bertindak sebagai pemberi sugesti menggunakan kata-kata atau
kalimat yang membuat siswa semangat dan aktif dalam proses pembelajaran,
sedangkan siswa berperan sebagai penerima sugesti yang positif yang mampu membuat
perubahan dalam dirinya sendiri. Layaknya orang yang terhipnotis mereka akan
mengikuti apa saja yang telah diperintahkan kepada dirinya. Yang kita harapkan
kepada siswa juga hal yang demikian, anak yang telah mendapatkan sugesti
tentunya mau mengikuti dan bahkan mau mengerjakan apa yang diperintahkan
gurunya, tanpa harus mememahi terlebih dahulu.
Sebenarnya strategi ini sudah kita laksanakan sebagai
sorang pendidik, bukti nyatanya, anak didik lebih percaya kepada ucapan gurunya
walaupun guru itu salah. Ini merupakan salah satu bukti nyata dalam otak anak
tersebut sudah tersugesti bahwasannya guru itu tidak salah dan selalu benar,
contoh : jika kita mengatakan dan menanamkan konsep 1 + 1 = 3 maka anak
mengganggap hal ini adalah benar, namun kita tentunya tidak ingin menanamkan
konsep yang salah tadi kepada anak didik. Dan bukti jelas berikutnya anak sudah
tersugesti yaitu anak didik juga akan lebih takut kepada gurunya dibandikan
pada orang tuanya, hal ini juga merupakan sugesti yang selama sudah tertanam
pada peserta didik walaupun sugesti itu didapat dari teman atau dari orang lain
dan bukan dari gurunya. Ini sudah merupakan modal bagi guru untuk melanjutkan
ke langkah berikutnya.
Saat
proses pemberian sugesti dapat kita lakukan sebelum pembelajaran, saat
pembelajaran dan sesudah pembelajaran. Sugesti juga bisa kita lakukan dengan
dengan mengkombinasikan kata-kata dengan lagu anak-anak yang telah dirubah.
Strategi ini sangat mudah buat kita lakukan, hanya saja kita harus mampu
memberikan sugesti yang positif dan cara berbicara yang mudah dipahami anak.
Dari
kesimpulan paparan diatas, dapat kita tarik pemahaman, bahwasannya pembelajaran
efektif sangat dapat dilakukan oleh guru, salsah satunya yakni dengan pemberian
sugesti positif kepada siswa, sehingga anak mampu dengan baik menerima informasi
terkait pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Mengapa punya 1000 strategi
sedangkan anak tidak fokus untuk menerima pembelajaran. Jika proses penerimaan
informasi telah baik maka bagaimanapun stretegi yang kita lakukan akan berjalan
dengan lancar.
Menciptakan
pembelajaran yang efektif pada dasarnya adalah sebuah keharusan, dengan dan
setelah mampunya seorang guru menciptakan suatu pembelajaran yang efektif
didalam kelas, maka tentunya akan memberikan dampak yang siginifikan baik untuk
kelas, sekolah serta terhadap majunya pelaksanaa dan perkembangan pendidikan
yang ada di Indonesia khususnya.
Share This :
mantapp pak....
BalasHapusBagus fi... Sukses selalu
BalasHapus